Cities: Skylines Review

Cities: Skylines Cover

Setelah dibuat sangat kecewa oleh SimCity 2013, akhirnya ada game city builder baru yang bisa membuatku puas berjam-jam memainkannya. Bahkan aku sempat pre order game ini lho, saking tingginya ekspektasiku atas game buatan Colossal Order ini. Game ini resmi release tanggal 10 Maret 2015, tapi baru bisa diunduh melalui Steam di Indonesia sekitar tengah malam tanggal 11 Maret. Dan yang bikin sedikit kaget, ukuran downloadnya cuman 1,5 GB dan ukuran setelah di instal yang cuman 3 GB. Perbedaan utama saat mencoba memainkan Cities: Skylines untuk pertama kali dibanding SimCity 2013, Cities: Skylines ndak perlu koneksi internet untuk dimainkan. Begitu selesai download langsung cuss main dan lancar. Continue reading

Plastic Paradise: The Great Pacific Garbage Patch

Butuh waktu hingga 3 tahun lamanya bagi Angela Sun untuk bisa mendapatkan ijin mengunjungi salah satu tempat paling terpencil di dunia, yang berada di Northwestern Hawaii Island, Midway Atoll. Bukan perjalanan yang mudah untuk menuju ke sana. Melalui private airport, Angela butuh waktu terbang hingga 4 jam untuk menuju Widway Atoll yang hanya ada 1 pesawat yang berangkat tiap beberapa minggu.

Pemandangan mengerikan terlihat laut dan di sepanjang garis pantai Midway Atoll. Berada di tengah-tengah lautan Pacific di antara Amerika dengan Jepang. Puluhan bahkan ratusan Burung Albatross ditemukan mati mengenaskan beserta serakan sampah plastik yang semakin menggunung terdampar di pantai Midway Atoll setiap harinya. Continue reading

Ibu VS PLN

Cerita bermula dari seringnya listrik di rumahku mati. Sering di sini sebenarnya juga ndak tiap hari kok, cuman saja, tiap kali listrik di rumah mati, Ibuku selalu menelepon Bulik, Lik Nunik, yang rumahnya cuman berjarak 5-10 menit saja, dan ternyata listrik di rumah Bulik ndak pernah mati sama sekali.

Hari berganti hari, listrik di rumah mati lagi. Ibuku punya kebiasaan selalu melingakari tanggalan setiap kali listrik mati. Kadang ada yang sampe lingkaran di tanggalannya tebal banget dan dilingakri berkali-kali, itu tandanya, dalam hari itu listrik mati berkali-kali, hahaha.

Tiap kali listrik mati, Ibu telepon ke Bulik, dan ternyata di rumah Bulik listrik aman saja. Kemudian Ibu ngecek ke tetangga, ternyata, yang ikut mati listrik adalah mulai dari rumahku ke Barat. Sedangkan rumah di Timur rumahku tidak mati listrik. Continue reading

The Sims 4 Review

The Sims versi pertama sukses bikin aku dan adikku, yang masih SMP dan SD, duduk berjam-jam di depan komputer untuk memainkannya. Dan tentu saja, main versi bajakannya, hehehe. Cukup pinjam CD installernya dari teman, dulu pinjem ke Vino, dia punya lengkap CD installernya beserta expansion pack yang bejibun. Saat The Sims 2 keluar, aku tidak bisa ikut mencicipinya, harap maklum, komputerku yang masih Pentium 3 dengan RAM yang cuman 256 MB itu tidak memenuhi syarat untuk bisa main gamenya dengan lancar. Continue reading

Pingsan pertamaku

Kejadiannya waktu aku masih SD. Saat itu, aku yang sedang menginap di rumah Eyang, diajak pergi ke Kediri. Aku lupa ada kegiatan apa saja hari itu, tapi yang paling kuingat adalah saat-saat ketika aku jatuh pingsan. Berangkat sekitar jam 6 pagi atau jam 7 pagi dari rumah Eyang di Juwet—Nganjuk dengan menggunakan mobil pribadi Eyang.

Aku juga tidak ingat siapa yang menjadi sopir saat itu, entah Om-ku atau Pak Broto, sopirnya Eyangku. Yang aku ingat berangkat berempat saja. Continue reading

Sia – 1000 Forms of Fear

Sia - 1000 Forms of Fears coverWalau albumnya sudah keluar sejak Juli lalu, tidak ada salahnya nulis sedikit reviewnya. Sedikit cerita tentang Sia Furler, nama panjang dari penyanyi asal Australia ini, yang mungkin banyak yang masih belum mengenal tentang musiknya, ternyata sudah menelorkan 6 buah album hingga saat ini.

Pertama kali mendengar namanya pada lagu Titanium di dalam albumnya David Guetta. Dan cukup tahu sampai disitu saja. Dan kemudian tertarik klik video populer di Youtube, video clip dari single pertama album 1000 Forms of Fear, Chandelier. Videonya unik dan sederhana, hanya menampilkan seorang gadis cilik, Maddie Ziegler, menari sepanjang lagu. Pada saat itu aku pikir Sia-lah yang menari di video clip tersebut, karena tidak ada sama sekali wajahnya dalam video tersebut. Continue reading