<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Laziem Blog &#187; nganjuk</title>
	<atom:link href="http://www.laziem.com/tag/nganjuk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.laziem.com</link>
	<description>Bergerak atau Tergantikan!</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Jun 2010 16:11:32 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Nasi Pecel di Surabaya</title>
		<link>http://www.laziem.com/cuap-cuap/nasi-pecel-di-surabaya/</link>
		<comments>http://www.laziem.com/cuap-cuap/nasi-pecel-di-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Mar 2009 23:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ongki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cuap-Cuap]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[aneh]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[news]]></category>
		<category><![CDATA[nganjuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.laziem.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[Hmm, selain udaranya yang panas dan ndak segar sama sekali, satu lagi yang membuat saya tidak nyaman tinggal di Surabaya adalah makanannya. Entah kenapa saya tidak cocok dengan makanan orang Surabaya, sayurnya rasanya aneh, pokoknya aneh. Beda banget dengan yang di Nganjuk, hmm, semua makanan rasanya enak-enak dan berkarakter. Jadi, sekali makan, pengennya makan lagi, [...]


Tidak ada posting terkait.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">Hmm, selain udaranya yang panas dan ndak segar sama sekali, satu lagi yang membuat saya tidak nyaman tinggal di Surabaya adalah makanannya. Entah kenapa saya tidak cocok dengan makanan orang Surabaya, sayurnya rasanya aneh, pokoknya aneh. Beda banget dengan yang di Nganjuk, hmm, semua makanan rasanya enak-enak dan berkarakter. Jadi, sekali makan, pengennya makan lagi, tak heran kalo di Nganjuk badanku bisa tumbuh sebesar ini. Wkekkekeek.</p>
<p class="MsoNormal">Dan selama kurang lebih 3 bulan ini, saya benar-benar merasakan makanan yang rasanya aneh dan tidak seharusnya. Nasi pecel yang seharusnya rasanya pedas menggigit itu tidak pernah aku rasakan lagi. Karena tertarik dengan tulisan Nasi Pecel Khas Madiun di pedagang di daerah Keputih, saya jadi pengen beli nasi pecel, akhirnya saya nyoba beli satu suatu malam.<br />
<span id="more-361"></span><img class="alignleft" style="margin-right: 5px; margin-left: 5px; margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; border: 1px solid black;" title="Nasi Pecel Surabaya" src="http://sites.google.com/site/laziemblog/Home/upload/nasi_pecel.jpg" alt="" width="386" height="230" /></p>
<p class="MsoNormal">Saat ditawari jenis “sambalnya”, saya pilih yang pedes. Setelah dibungkus dan di bawa ke kos, dan saat dicoba dimasukkan ke dalam mulut, jduar!! Rasanya kog aneh begini, ndak ada rasa pedesnya layaknya sebuah sambel pecel. Rasanya malah cenderung manis. Bagai makan nasi gula, weks, ndak doyan, akhirnya nasi pecel itu ndak tersentuh.</p>
<p class="MsoNormal">Kog aneh ya, padahal dulu pas di Madiun, makan nasi pecelnya orang Madiun asli (yang ndak ada tulisannya Nasi Pecel Khas Madiun, ya iyalah), rasanya enak dan pedes. Tapi yang di Surabaya ini kog beda banget rasanya, super duper ndak enak untuk mulutku.</p>
<p class="MsoNormal">Terus lagi, di kantin Asrama ada juga yang jual nasi pecel. Tapi kali ini, tanpa tulisan Khas dari daerah mana, hmm, berarti itu nasi pecel Surabaya. <span> </span>Tertarik pengen coba, akhirnya beli untuk yang pertama kali. Saat dijejalkan ke mulut besarku, wewewewew, rasanya malah lebih aneh dari yang di Keputih.</p>
<p class="MsoNormal">Yang ini, belas ndak ada rasa pedasnya sama sekali. Sangat sedikit rasa manisnya, dan rata-rata rasanya hambar, tidak berasa. Wuek, inilah nasi pecel paling tidak enak yang pernah aku rasakan. Kog bisa-bisanya ya bikin sambel pecel yang ndak ada rasanya kayak gitu? Wew.</p>
<p class="MsoNormal">Hingga kemaren kutemukan jawabannya. Ternyata oh ternyata, orang yang jualan nasi pecel itu menyebut sambal kacang untuk nasi pecel sebagai “bumbu”. Wew, bumbu? Bumbu apa? Bumbu penyedap? Bumbu penidak-enak makanan? Atau bumbu apa?</p>
<p class="MsoNormal">Pantes saja kalo rasanya ndak pedes sama sekali, yang kemaren malah rasanya kelewat asin. Wekekek, pengen pulang ke Nganjuk jadinya. Kangen dengan nasi pecelnya yang pedas dan bisa aku keringetan, bahkan ada yang bisa bikin aku minum sagalon air untuk menghabiskan satu bungkus nasi karena pedesnya minta tobat.</p>
<p class="MsoNormal">Ada nasi pecel paling pedes di Nganjuk, Almarhumah Eyangku menyebutnya Nasi Racun. Dulu pernah dibeliin dua bungkus (maklum, aku kan doyan makan, hehehe). Dan saat satu sendok pertama masuk dimulutku, hmm, rasanya enak banget. Dikunyah-kunyah dulu, ada sedikit manisnya, pedas, dan enak. Namun, saat sendok kedua masuk di mulut, jduar!!!! Rasanya jadi teramat-amat-amat-amat pedas sangat-sangat! Keringat deras keluar, bergelas-gelas air masuk ke mulut pula. Byuh-byuh, aku ndak kuat makan nasi pecel sepedes ini.</p>
<p class="MsoNormal">Akhirnya, ndak diterusin makannya. Beli nasi pecel lain yang tidak terlalu pedas akhirnya, Wuih, padahal baru dua sendok aku udah nyerah. Dan yang bikin tambah aneh, tiap paginya, rasi racun itu selalu saja rame, dan itu pasti, pasti rame banget.</p>
<p class="MsoNormal">Trus ada pula nasi pecel pedes super lainnya, jualnya di deket bank BCA. Sambel pecelnya pun maut pedesnya, tapi aku masih sanggup, asal sambelnya dikit plus ditemani segalon air untuk menghabiskannya.</p>
<p class="MsoNormal">Wow, beda banget nasi pecel di Nganjuk dengan di Surabaya. Trus, bagaimana dengan Anda-Anda sekalian? Suka juga dengan nasi pecel yang pedes????. Hiks, jadi laparrrrr!!!!</p>


<p>Tidak ada posting terkait.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.laziem.com/cuap-cuap/nasi-pecel-di-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Laziem di Lab Komputer</title>
		<link>http://www.laziem.com/arsip-laziem/laziem-di-lab-komputer/</link>
		<comments>http://www.laziem.com/arsip-laziem/laziem-di-lab-komputer/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 22:54:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ongki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip Laziem]]></category>
		<category><![CDATA[laziem]]></category>
		<category><![CDATA[nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laziem.wordpress.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[Selasa, 6 Maret 2007. Ingatkah saudara-saudara sekalian apa yang terjadi pada hari Selasa tanggal 6 Maret 2007? Ingat? Tidak? Hehehe, kalau hari dan tanggalnya mungkin sudah lupa, tapi kalo apa yang terjadi pada hari itu pasti tidak akan lupa. Yup, pada saat jam pelajaran komputer oleh Bapak Guru tersayang kita semua, Bapak Nanang, kita membuat [...]


Tidak ada posting terkait.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selasa, 6 Maret 2007. Ingatkah saudara-saudara sekalian apa yang terjadi pada hari Selasa tanggal 6 Maret 2007? Ingat? Tidak? Hehehe, kalau hari dan tanggalnya mungkin sudah lupa, tapi kalo apa yang terjadi pada hari itu pasti tidak akan lupa. Yup, pada saat jam pelajaran komputer oleh Bapak Guru tersayang kita semua, Bapak Nanang, kita membuat momen istimewa.</p>
<p>Walaupun tidak mewah dan tidak se-hingar-bingar seperti kejadian-kejadian lainnya, namun dapat dikenang untuk selamanya. Tidak lain tidak bukan adalah kita foto-foto! Setelah usai mendemokan website yang kita buat dengan Microsoft Frontpage, masih ingat enggak bentuk website saudara-saudara sekalian?, hehehe, kita berfoto-foto bersama-sama.</p>
<p style="text-align: left;">Dengan berbekal kamera dari laptop sekolahan merk ASUS dengan kamera VGAnya, dengan processor Intel Celeronnya yang lamban, kita asyik berfoto ria. Foto pertama dibuka oleh saudara genit kita, Aprilia, yang mendapatkan giliran pertama sesuai dengan nomor urut absen. Disusul oleh Aprina, Bagus, Denis, Dewi, Dian, Dwi, Ferdy, Festy, Fuad, Hari, Ike, Ika, Vino, Jony, Tomo, Luky, Aku, Mahdi, Mariyanti, Novan, Novi, Nyomi, Diah, Puji, Rahmawati, Hanif, Siti, Steffy, Santi, Vika, Vivin, Wiwin, Yongky, Yuyun, Yuz Rizal, Riris, dan Seffy. Sayangnya Elsa, Alfian, dan Pramono tidak hadir, jadi ya enggak ikut foto-foto.<br />
<img class="aligncenter" src="http://sites.google.com/site/laziemblog/Home/upload/laziem_lab_komputer_1.jpg" alt="" width="500" height="225" /><span id="more-95"></span></p>
<p>Masing-masing anak berpose kurang lebih 3 kali, ada yang kurang ada yang lebih (narsis). Dan setelah foto seorang diri selesai, trus foto-foto bareng. Lagat Denis &#8211; Dwi &#8211; Tomo yang ‘menggerikan&#8217; pun menghiasai suasana saat itu. Dan saking bersemangatnya berpose, ternyata banyak hasil dari foto yang tidak karuan hasilnya, blur disana-sini.</p>
<p style="text-align: left;">Setelah puas, trus foto-foto bareng dengan Bapak Nanang. Sama seperti sebelumnya, karena terlalu banyak dorong sana &#8211; dorong sini, hasil bidikan kameranya jadi blur semua. Tapi endak apa-apa, gitu-gitu udah ada fotonya.<br />
<img class="aligncenter" src="http://sites.google.com/site/laziemblog/Home/upload/laziem_lab_komputer_2.jpg" alt="" /></p>
<p style="text-align: left;">Dan, disaat-saat terakhir, saudara perempuan kami yang paling ‘polos&#8217;, Siti, berfoto dengan Bapak Nanang, tidak ada maksud apa-apa, hanya bercanda saja sih, namun kontan saja kejadian itu membuat kami kisruh menyoraki Siti yang terlalu pede. Hag hag hag.<br />
<img class="aligncenter" src="http://sites.google.com/site/laziemblog/Home/upload/laziem_lab_komputer_3.jpg" alt="" /></p>
<p>Sayangnya, bel pulang berbunyi, toet-toet-toet, jadinya mau tidak mau kelas dibubarkan. Terima kasih kepada Bapak Nanang, kami sangat menikmati belajar komputer bersama Bapak. Sekian laporannya, Salam. Nantikan posting untuk event-event Laziem berikutnya. Terima kasih <img src='http://www.laziem.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </p>


<p>Tidak ada posting terkait.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.laziem.com/arsip-laziem/laziem-di-lab-komputer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Laziem meet Laziem</title>
		<link>http://www.laziem.com/arsip-laziem/laziem-meet-laziem/</link>
		<comments>http://www.laziem.com/arsip-laziem/laziem-meet-laziem/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 04:50:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ongki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip Laziem]]></category>
		<category><![CDATA[Cuap-Cuap]]></category>
		<category><![CDATA[laziem]]></category>
		<category><![CDATA[nganjuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laziem.wordpress.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[Minggu, 3 Agustus 2008. Setelah mendapat sms dari Fuad, akan ada yang menjemputku, jam 9 pagi WIB, aku yang belum mandi sejak kemaren pagi itu, dengan segera segera saja menanggalkan bajuku dan meluncur ke kamar mandi. Untuk apa? Ya untuk mandi lah. Secepat kucing mandi, selesai sudah mandiku. Segera cari-cari celana panjang dan kemeja, dan [...]


Tidak ada posting terkait.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://laziem.com/wp-content/uploads/2008/08/laziem_meet_laziem_0.jpg" alt="" width="150" height="150" />Minggu, 3 Agustus 2008. Setelah mendapat sms dari Fuad, akan ada yang menjemputku, jam 9 pagi WIB, aku yang belum mandi sejak kemaren pagi itu, dengan segera segera saja menanggalkan bajuku dan meluncur ke kamar mandi. Untuk apa? Ya untuk mandi lah. Secepat kucing mandi, selesai sudah mandiku. Segera cari-cari celana panjang dan kemeja, dan ups, kemejaku belum aku setrika. Seperti yang bisa ditebak, kemeja itu pun aku setrika, seketika itu Pramono datang di rumahku.</p>
<p>Berpamitan kepada Ibuku yang sedang siap-siap mau pergi juga dengan motor, cari helm, beugh, kayaknya aku salah ngambil helm, ga muat dikepala besarku. Taruh lagi trus aku liat di sampingnya tergeletak sebuah benda bewarna kuni ng ngejreng tak karuan yang tak bernyawa,  itulah helm yang terpaksa menerima nasib dijejalkan di kepalaku yang terasa sesak memakainya.</p>
<p>Dan akhirnya, brumm, aku dan Pramono berangkat ke sekolah SMAku dulu, SMA Negeri 2 Nganjuk. Jaraknya tidak jauh, 5 menit saja nyampek, bahkan enggak sampai 5 menit udah nyampek. Masuk ke gerbang SMA, hmm, benar-benar sepi, karena memang sedang libur. Di masjid SMA cuman ada beberapa anak SMA 2 saja sedang duduk bercakap-cakap, tapi siapa tahu, di tempat yang akan aku tuju justru terdapat puluhan manusia yang memadatinya, jauh dari kesan sepi.</p>
<p>Sesaat teringat akan komplain yang aku lontarkan kepada TELKOMSEL FLASH melalui Customer Servicenya sejak tanggal 24 Juli 2008, hingga kini masih belum ada jawaban, hanya jawaban masih belum dan saya diminta untuk sabar menunggu. Tapi setelah bertemu sahabat-sahabat sekelas waktu SMA, sungguh, membuatku senang dan membuang jauh-jauh rasa kesalku terhadap TELKOMSEL FLASH.<br />
<span id="more-86"></span></p>
<p><img class="aligncenter" src="http://laziem.com/wp-content/uploads/2008/08/laziem_meet_laziem_1.jpg" alt="" width="500" height="200" /><br />
Aku datang telat, sehingga acara sudah dimulai. Acara ini diselenggaran oleh adik-adik kelas kami, adik-adik warga LAZIEM kelas XI dan XII, yang khusus mengundang kami para tetua LAZIEM. Diluar kelas XI IPA 4 kami dulu yang sekarang menjadi kelas XI IPA 3, tempat dilaksanakan acara pertama, Novan dan Aprina duduk santai. Bertegur sapa dulu, trus ngoceh tiada akhir.</p>
<p>Acara pertama di dalam kelas usai, segubrek warga LAZIEM keluar dari dalam kelas. Seperti biasanya, suara gaduh luar biasa memekakkan telinga terlahir dari mulut kami. Cuap sana cuap sini, melepas kerinduan bersama. Dari LAZIEM angkatan pertama; ada Dewi, Novi, Novan, Aprina, Fuad, Ferdyan, Vika, Marianti, Mahdi (datangnya lebih telat dari aku), Vika, Vivin,  dan juga Ika (datangnya lebih telat dari mahdi).</p>
<p>Adik-adik kami yang cantik-cantik mempersiapkan bekal peperangan sesuai adat istiadat, di dalam kelas. Ada pula yang di luar untuk menggelar karpet tempat pertempuran. Lalu adik-adik kami yang cakep-cakep bermain bola di lapangan voli di depan kelas LAZIEM. Sungguh sangat menyenangkan. Tidak ada kelas-kelas lain yang bisa seperti kami, InsyaAllah kami semua akan selalu menjalin silaturahmi, walaupun tidak semuanya mampu dan berkesempatan.<br />
<img class="aligncenter" src="http://laziem.com/wp-content/uploads/2008/08/laziem_meet_laziem_2.jpg" alt="" width="500" height="200" /></p>
<p>Dan seperti yang bisa diduga, saat perbekalan selesai diracik, saat yang dinantikan yang biasa disebut dengan &#8220;makan-makan&#8221; itu pun dimulai. Decak kagum terlontar dari dalam hatiku. Ternyata adik-adik kami mewarisi bakat istimewa kami, sungguh sangat mengharukan melihat ketangkasan mereka saat melalapnya. Ternyata tidak sia-sia pelajaran olahraga yang diberikan bapak ibu guru di SMA.</p>
<p>Mahdi yang tidak mau kalah asyik menikmati kerupuk pecel. Bahkan Fuad, setelah melalap satu porsi kerupuk pecel, nambah lagi, tapi ups, saat mengambil sambal pecel yang diambil adalah sambal untuk rujak buah, dan kontan saja, setelah sadar menuangkan sambal rujak buah ke dalam krupuk bakar, segera menepuk dahinya. Tapi karena dibuang sayang, akhirnya dilahapnya kerupuk bersauskan sambal rujak buah itu.<br />
<img class="aligncenter" src="http://laziem.com/wp-content/uploads/2008/08/laziem_meet_laziem_3.jpg" alt="" width="500" height="250" /></p>
<p>Semuanya larut dalam kenikmatan tiada tara. Dengan mulut penuh dan dengan gigi yang bekerja keras mengunyah tiada henti-hentiya, aku hanya bisa melihatnya saja sambil asyik memfoto kejadian ini. Namun, kejadian &#8220;makan-makan&#8221; ini tidak berlangsung lama tatkala sudah tidak ada lagi yang bisa dimakan. Dan, selesai sudah makan-makannya. Air mineral pun diteguk dengan leganya.</p>
<p>Acara ditutup dengan berdoa dan salaman kepada seluruh warga LAZIEM. Saya dan kami para tetua LAZIEM, mengucapkan terima kasih kepada adik-adik LAZIEM yang telah mengadakan acara dan telah mengundang kami, maaf karena tidak semua tetua bisa hadir. Kita tunggu pertemuan selanjutnya. Selalu jalin komunikasi dan kekompakan kita. Dan jangan lupakan kata legendaris ini, yang digagas oleh mas Denis alias Deco alias Baim Wong (bukan yang artis lo) alias Bukan Wong, LAZIEM, Bergerak atau Tergantikan!</p>
<p>Salam <img src='http://www.laziem.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>


<p>Tidak ada posting terkait.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.laziem.com/arsip-laziem/laziem-meet-laziem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berwisata ke Air Terjun Sedudo yuk!</title>
		<link>http://www.laziem.com/info/berwisata-ke-air-terjun-sedudo-yuk/</link>
		<comments>http://www.laziem.com/info/berwisata-ke-air-terjun-sedudo-yuk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 13:55:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ongki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[vacation]]></category>
		<category><![CDATA[waterfall]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://laziem.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Air Terjun Sedudo adalah sebuah air terjun dan obyek wisata yang terletak di Desa Ngliman Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Jaraknya sekitar 30 km arah selatan ibukota kabupaten Nganjuk. Berada pada ketinggian 1.438 meter dpl (dari permukaan laut), ketinggian air terjun ini sekitar 105 meter. Tempat wisata ini memiliki fasilitas yang cukup baik, dan [...]


Tidak ada posting terkait.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin-left:5px;margin-right:5px;" src="http://laziem.files.wordpress.com/2008/07/sedudo_0.jpg" alt="" width="150" height="150" />Air Terjun Sedudo adalah sebuah air terjun dan obyek wisata yang terletak di Desa Ngliman Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Jaraknya sekitar 30 km arah selatan ibukota kabupaten Nganjuk. Berada pada ketinggian 1.438 meter dpl (dari permukaan laut), ketinggian air terjun ini sekitar 105 meter. Tempat wisata ini memiliki fasilitas yang cukup baik, dan jalur transportasi yang mudah diakses.</p>
<p>Masyarakat setempat masih mempercayai, air terjun in memiliki kekuatan supra natural. Lokasi wisata alam ini ramai dikunjungi orang pada Bulan Suro (Kalender Jawa). Konon mitos yang ada sejak jaman Majapahit, pada bulan itu dipercaya membawa berkah awet muda bagi orang yang mandi di air terjun tersebut.</p>
<p>Setiap Tahun Baru Jawa, air terjun Sedudo dipergunakan untuk upacara ritual, yaitu memandikan arca dalam upacara Parna Prahista, yang kemudian sisa airnya dipercikan untuk keluarga agar mendapat berkah keselamatan dan awet muda. Hingga sekarang pihak Permkab Nganjuk secara rutin melaksanakan acara ritual Mandi Sedudo setiap tanggal 1 Suro. (sumber wikipedia)</p>
<p>Dalam perjalanan menuju ke air terjun Sududo, kita akan disuguhi pemandangan alam yang sunggu luar biasa indah. Sulitnya medan perjalanan masih relatif aman untuk dilalui oleh kendaraan motor bahkan mobil. Tumbuh-tumbuhan unik yang berderet dipinggir jalan sungguh menambah semarak perjalanan kita.</p>
<p><span id="more-50"></span></p>
<p>Ditambah lagi sejuknya udara pegunungan yang masih alami dan bebas dari polusi, benar-benar membuat relax tubuh. Saat sampai di tempat wisata, kita dapat menuruni tangga dari batu-batuan yang konon katanya bila dihitung dari atas dan dari bawah, jumlahnya tidak akan sama, saya sendiri tidak menghitungnya karena capek naiknya, hehehe.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://laziem.files.wordpress.com/2008/07/sedudo_1.jpg" alt="" /></p>
<p>Saat menceburkan diri ke air terjun Sedudo, brrr, airnya yang dingin membuat tubuh segar. Kita juga bisa mandi langsung di bawah guyuran deras air terjun dan merasakan sensasi seperti dipijat. Tersedia juga mushola dan juga toilet umum serta beberapa warung makanan yang menyediakan makanan khas Nganjuk serta beberapa souvenir.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://laziem.files.wordpress.com/2008/07/sedudo_2.jpg" alt="" /></p>
<p>Bagaima? Sudahkah Anda memutuskan untuk berwisata ke air terjun Sudodo? Saya tunggu kehadirannya.. Terima Kasih <img src='http://www.laziem.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>


<p>Tidak ada posting terkait.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.laziem.com/info/berwisata-ke-air-terjun-sedudo-yuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
